Deep Thinking (23)
Hal-hal yang terpikirkan ketika sedang mengerjakan sesuatu
It is important that while working on something, we do not let our minds go blank and that we always think of the good. The human mind is capable of doing more than one thing at a time. A person driving a car, cleaning the house, working, walking on the street, can also think of acts of goodness at the same time.
Manakala sedang mengerjakan sesuatu, seharusnya seseorang tidak membiarkan akalnya kosong, akan tetapi senantiasa memikirkan segala sesuatu yang baik. Otak manusia memiliki kemampuan untuk berpikir lebih dari satu hal pada saat yang bersamaan. Seseorang yang sedang mengendarai mobil, membersihkan rumah, bekerja mencari nafkah, berjalan di jalan raya, pada saat yang sama dapat berpikir hal-hal yang baik.
While cleaning the house, the person gives thanks to Allah for having given him such everyday means as water and detergents. Knowing that Allah loves cleanliness and clean people, he sees the work he does as an act of worship and with it hopes to earn the good pleasure of Allah. In addition, he takes pleasure in offering a comfortable setting for other people by cleaning the place in which he resides.
Ketika membersihkan rumah, ia bersyukur kepada Allah yang telah memberinya sarana seperti air dan detergen. Sadar bahwa Allah menyukai kebersihan dan orang yang membersihkan diri, ia memandang pekerjaan yang sedang ia lakukan sebagai bentuk ibadah sehingga dengan melakukan hal tersebut ia mengharapkan ridha Allah. Di samping itu, ia merasa bahagia karena telah mempersiapkan tempat yang nyaman untuk orang lain dengan membersihkan tempat tinggalnya.
Someone working at a job prays to Allah in secret constantly, asks his Lord to facilitate his work, and thinks that he cannot succeed in anything unless Allah wills. We see that in the Qur'an, the prophets, who set an example for us, constantly turn towards Allah in secret, and think of Allah while working. One of these precious people is the prophet Musa. After helping two women he met on his way to water their flocks, he turned towards Allah with the following words:
Seseorang yang tengah mengerjakan sesuatu, terus-menerus berdoa kepada Allah dan memohon agar dimudahkan dalam pekerjaannya karena yakin bahwa ia tidak dapat melakukan suatu pekerjaan dengan baik tanpa pertolongan Allah. Kita mengetahui di dalam Al-Qur'an bahwa para Nabi memberikan contoh kepada kita dengan terus menerus menghadapkan diri mereka kepada Allah dalam kesendirian, dan selalu mengingat Allah ketika mengerjakan sesuatu. Diantara contoh ini adalah Nabi Musa. Beliau menolong dua orang wanita yang ditemuinya dalam perjalanan. Setelah membantu memberikan minum untuk binatang gembalaan mereka, beliau berdoa kepada Allah:
When he arrived at the water of Madyan, he found a crowd of people drawing water there. Standing apart from them, he found two women, holding back their sheep. He said, "What are you two doing here?" They said, "We cannot draw water until the shepherds have driven off their sheep. You see our father is a very old man." So he drew water for them and then withdrew into the shade and said, "My Lord, I am truly in need of any good You have in store for me." (Surat al-Qasas: 23-24)
"Dan tatkala ia sampai di sumber air negeri Madyan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang meminumkan (ternaknya), dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu, dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: "Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?" Kedua wanita itu menjawab: "Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya". Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdo'a: "Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku". (QS. Al-Qashas, 28: 23-24)
Another example we see in the Qur'an about this subject is that of the prophets Ibrahim and Isma'il. Allah says that these prophets thought of good things for other believers while working together, and they turned towards Him and prayed to Him about their work:
Contoh lain yang kita temui dalam Al-Qur'an yang berkenaan dengan masalah ini adalah Nabi Ibrahim dan Nabi Isma'il. Allah menceritakan bahwa kedua Nabi ini memikirkan kemaslahatan orang-orang mukmin yang lain pada saat keduanya sedang melaksanakan suatu pekerjaan. Mereka berdoa kepada-Nya sehubungan dengan pekerjaan yang sedang mereka lakukan:
And when Ibrahim built the foundations of the House with Isma'il: "Our Lord, accept this from us! You are the All-Hearing, the All-Knowing. Our Lord, make us both Muslims submitted to You, and our descendants a Muslim community submitted to You. Show us our rites of worship and turn towards us. You are the Ever-Returning, the Most Merciful. Our Lord, raise up among them a Messenger from them to recite Your Signs to them and teach them the Book and Wisdom and purify them. You are Almighty, the All-Wise." (Surat al-Baqara: 127-129)
"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur'an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana." (QS. Al-Baqarah, 2: 127-129)
Dilbert (29)

CONCERN = perhatian, peduli, prihatin
BECAUSE = sebab
OBJECTIVES = tujuan, sasaran
VAGUE = samar, kabur
MEASURE = ukuran
UNMEASUREABLE = tak terukur
RESULT = hasil
AS A RESULT = akibatnya
INSPIRE = mengilhami
BE NOT INSPIRED = tidak terilhami, tidak terinspirasi
ACHIEVE = mencapai, meraih, menggapai
FULL = penuh
POTENTIAL = potensi, kemampuan
JUST = saja, hanya, barusan
SAY = mengatakan
DID I JUST SAY? = apakah saya barusan berkata
DO-DOING-DID-DONE = melakukan, mengerjakan
BAD = buruk
JOB = tugas, pekerjaan, jabatan
ASK = bertanya, meminta
PUNISH = menghukum, menyiksa
ME = saya
THAT'S = THAT WAS = itu
HEARD = dengar
THAT'S WHAT I HEARD = itu yang saya dengar
Unit 43: - Must & Have to - Necessity
"Must"dan "Have to" Kemestian/Keharusan
Must and have to are modal verbs often used to convey necessity.
"Must" dan "have to" adalah kata kerja modal yang sering digunakan untuk menyatakan kemestian/keharusan.
- I have to go home now.
- I must arrive by 12.00.
- Saya harus pulang ke rumah sekarang.
- Saya harus tiba sebelum pulul 12.
Have to is used for general necessity. For example:
"Have to" digunakan untuk keharusan yang sifatnya umum. Misalnya:
- I have to finish this before 12.00. (I have a general obligation to finish this by 12.00)
- Saya harus menyelesaikan ini sebelum pukul 12. (Saya mempunyai kewajiban umum untuk menyelesaikan ini sebelum pukul 12.)
Must is used for necessity which we feel personally.
"Must" digunakan untuk kemestian yang kita rasakan sendiri.
- I must finish this before 12.00. (I have a sense of strong personal responsibility to finish this.)
- Saya harus menyelesaikan ini sebelum pukul 12. (Saya memiliki rasa tanggung jawab pribadi yang kuat untuk menyelesaikan ini).
Must does not have a past form, we have to use have to for the past.
"Must" tidak mempunyai bentuk lampau, kita harus menggunakan "have to" untuk waktu lampau.
- I had to get up early this morning.
- Saya harus cepat bangun pagi ini.
- I must got up early this morning. This is incorrect.
- Saya harus cepat bangun pagi ini. Kalimat ini ("must got up") salah.
Note that have to inflects like a normal verb, it can have different tenses and uses auxiliary verbs for questions and negatives. For example:
Perlu dicatat bahwa "have to" berefek seperi kata kerja (verb) biasa, ia dapat memiliki bentuk kata kerja (tenses) yang berbeda-beda dan menggunakan kata kerja bantu untuk kalimat tanya dan kalimat ingkar. Misalnya:
- Do we have to go out tonight?
- You don't have to come with us.
- Apakah kita harus pergi malam ini?
- Engkau tidak mesti datang bersama kami.
Must doesn't use auxiliary verbs or different tenses.
"Must" tidak menggunakan kata kerja bantu atau bentuk-bentuk kata kerja yang berbeda-beda.
- Must we go out tonight? (This sounds rather British, I really don't want to go out tonight.)
- Apakah kita harus pergi malam ini? (Kalimat ini terdengar agak berlogat British, saya sebenarnya tidak ingin pergi malam ini).
- We mustn't forget the tickets. (No auxiliary verb "to do", just add not.)
- Kita tidak boleh melupakan tiket-tiket itu. (Tanpa kata kerja bantu "to do", hanya ditambah
"not")
Negative Forms
Bentuk Kalimat Ingkar
Don't have to means that something is not necessary, but possible.
"Don't have to" berarti bahwa sesuatu itu tidak perlu (tidak penting), tapi mungkin (boleh).
- You don't have to come, but you can if you want to.
- We don't have to leave today.
- Engkau tidak harus datang, tapi engkau bisa datang bila mau.
- Kita tidak mesti berangkat hari ini.
Must not is strong and means that something is prohibited.
"Must not" lebih kuat/tegas dan berarti bahwa sesuatu itu terlarang.
- You must not push the red button.
- We mustn't be late.
- Engkau dilarang menekan tombol merah itu.
- Engkau tidak boleh terlambat.
Must and have to - Certainty
"Must" dan "have to" - Kepastian/ketentuan
Must and have to can also express certainty.
"Must" dan "have to" dapat juga menyatakan "kepastian".
- This must be the right way.
- This has to be the right way.
- Ini pasti jalan yang benar.